+62 821-1898-9798

Festival Konservasi Situ Cisanti 2021

Program Kami

Dokumentasi Acara

Jejak Kelestarian Citarum
Masih Terasa

Sungai Citarum mengalir dari hulu kehilir setiap detik masih menyapa kita semua, dibalik keprihatinan yang semakin besar tentang kelestarian sungai ini. Sampai hari ini Sungai Citarum masih tetap menebarkan kasih sayangnya, memberikan kecukupan air bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya. Dibalik fakta air sungai yang mengalami penurunan kualitas, sungai ini masih setia dengan cerita historis yang menginspirasi sebagai peran penting dalam membangun peradaban manusia. Diyakini, saat Kerajaan Tarumanagara berkuasa (358-669 M), dibawah kekuasaan raja Purnawarman Tahun 419 M untuk memperdalam Sungai Citarum sebagai sungai terbesar diwilayah kerajaan Tarumanegara yang menjadi  penunjang majunya masyarakat saat itu.

Menyusuri Sungai Citarum selalu menjadikan kita terhubung dengan masa lalu. Cerita tentang bagaimana sungai ini menyaksikan para manusia luhur yang menempatkan keberlanjutan sumber daya alamnya diatas segala-galanya, selalu menggugah semangat kita membangun kembali keberlanjutan sungai ini. Jejak historis itu menjadi penuntun kita agar bersama-sama memahami dan memberikan kontribusi bagi upaya untuk mengembalikan ekosistem sungai secara bertahap, membangun kesadaran kolektif tentang keberadaan

sungai, membangun kesepahaman antar pemangku kepentingan yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, dan menjadikan Citarum ini sebagai pusat inspirasi tentang keluruhan bangsa. Mari kita bahu membahu mewujudkan ini semua. Kita bangun legacy terhadap sungai ini sehingga menjadi sejarah baru yang memperkaya perjalanan sejarah bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

Keluhuran Sejarah untuk
Menapaki Keberlanjutan Citarum

Keberadaannya sebagi  pusat Kerajaan Tarumanagara terletak di tepi sungai. Meski, tak diketahui persis letaknya. Namun, berdasarkan temuan arkeologi, lokasi kerajaan berada di muara Citarum dan menjadi pusat peradaban manusia, sebagai salah satu sumber air untuk memenuhi kebutuhan warga yang bermuara di muara Gembong, sekarang sedang banyak dibenahi, maka berbagai upaya agar Sungai Citarum memberikan kontribusi kelestarian bagi Sungai Citarum. Sejarah menerangkan bahwa, sejak ratusan tahun keberadaan Sungai Citarum tidak dapat dilepaskan dari dinamika denyut nadi masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya.

Morfologi dan Ekologi Sungai Berubah

Bantaran sungai Citarum sudah semakin padat dengan penghuni dan pelaku industri yang mempunyai kesadaran lingkungan berbeda-beda. Pembangunan terus berkembang yang memakan banyak badan sungai Citarum. Muncul kekhawatiran bahwa pemahaman masyarakat tentang keberadaan sungai ini kurang baik, yang tanpa disadari menganggap bahwa sungai Citarum tidak perlu ditolong karena dia akan menjaga dirinya sendiri. Perilaku yang mengakibatkan penurunan keberlanjutan sungai Citarum sampai hari ini masih terjadi. Terlebih dimasa pandemik sekarang ini.

Pentingnya Peringatan
Hari Kehutanan Dan Hutan

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau yang terdiri dari 193 juta ha daratan dan 500 juta ha lautan, dengan segala kekayaan alam dan sumber daya manusia yang dimiliki, merupakan negara yang berpotensi besar dan sangat penting di kawasan Asia pada khususnya dan dunia pada umumnya, menguasai 10% tumbuhan, 12% mamalia, 16% reptil & amphibi, 17% burung dan lebih dari 25% ikan di dunia. Apalagi bila dilihat melalui kenyataan secara faktual kekayaan hutan Indonesia merupakan Hutan Tropis Terbesar kedua di dunia setelah negara Brazil, disamping itu hutan Indonesia merupakan salah satu paru-paru dunia, yang berfungsi sebagai filter dalam mengurangi pemanasan global secara signifikan.

Semakin hari hutan kita semakin gundul karena derasnya laju deforestasi (kerusakan hutan). Perlu disadari bahwa kerusakan hutan Indonesia melebihi angka setengah juta hektar setiap tahunnya, dan menempatkan Indonesia sebagai negara terbesar ketiga dalam deforestasi hutan. Penyebabnya tentu sangat banyak salah satunya adalah kekurangpahaman sebagian masyarakat kita terhadap pentingnya hutan bagi kehidupan diantaranya : Hutan sebagai Paru-Paru Dunia, Mengurangi Polusi dan Pencemaran Udara, Tempat Penyimpanan Air dalam jumlah besar, Mencegah berbagai Bencana Alam, Hutan sebagai Sumber Plasma Nutfah, Tempat Rekreasi dan Kegiatan Sosial, Hutan sebagai Sumber Ekonomi Negara.

Pentingnya Peringatan
Hari Air

Merupakan salah satu sumber energi yang ada dimuka bumi ini. Dimana air mengambil peran penting dalam kehidupan makhluk hidup didunia ini. Tanpa adanya air makhluk hidup tidak akan bisa bertahan hidup. Oleh karena itulah air merupakan salah satu hal penting bagi kehidupan makhluk hidup di dunia ini. Dari jumlahnya yang melimpah hanya lima persen saja yang dapat diminum dan sisanya adalah air laut. Dan kencendrungan yang terjadi disaat ini dimana air bersih di dunia ini semakin hari semakin berkurang. Dimana kebutuhan air bersih semakin hari semakin bertambah banyak. Sehingga kondisi ini menyebabkan air bersih semakin berkurang. Selain kebutuhan air yang semakin bertambah banyak, faktor kerusakan lingkungan dan alih fungsi lahan juga merupakan salah satu penyebab dimana kurangnya ketersediaan air bersih.

Macam-macam kerusakan lingkungan yang menyebabkan kekurangannya pasokan air bersih yaitu pembuangan sampah secara sembarangan, abrasi pantai, penebangan pohon dan masih banyak contoh kerusakan lingkungan yang lain. Penyebab terjadinya kerusakan lingkungan tersebut tidak lain disebabkan oleh tingkah laku manusia. Dimana manusia merusak lingkungan sekitarnya sehingga menyebabkan rusaknya lingkungan itu sendiri. Diperkirakan 60% sungai yang ada di Indonesia tercemar oleh limbah-limbah yang dibuang oleh manusia. Dan penebangan pohon juga menyebabkan kurangnya pasokan air bersih dimana daerah-daerah resapan air tidak ada lagi karena penebangan pohon.

Pentingnya Peringatan
Hari Meteorologi

Pada tahun 1950, Indonesia secara resmi masuk sebagai anggota Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization atau WMO) dan Kepala Jawatan Meteorologi dan Geofisika menjadi Permanent Representative of Indonesia with WMO. Setiap tahunnya WMO mengusung tema-tema khusus untuk memberikan pengetahuan mengenai iklim sekaligus memunculkan aksi-aksi untuk memperlambat perubahan iklim yang kian ekstrem.

Pesan Yang Ingin
Disampaikan

Silaturahmi dan Syukuran dalam rangkaian memperingati Hari Hutan Internasional tanggal 21 Maret, Hari Air Sedunia tanggal 22 maret dan Hari Meteorologi tahun 2021. Mari kita bulatkan tekad lakukan langkah nyata untuk bersama membangun kembali semangat dan inisiatif kolektif dari pendekatan individu, komunitarian dan statis dalam rangka membangun ketahanan keberlanjutan Sungai Citarum secara bertahap pada Festival Konservasi Situ Cisanti  Tahun 2021 yang akan diselenggarakan dimulai dari titik nol Sungai Citarum sebagai sikap Bela Negara dan bukti pendukungan terhadap program Citarum  Harum sesuai PERPRESS NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG PERCEPATAN PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN DAERAH ALIRAN SUNGAI. Dan sebagai salah satu bukti penghargaan kepada pejuang lingkungan yang selama ini mendukung terhadap kelestarian alam. Karena hanya dengan cara seperti ini Sungai Citarum dapat kembali terbangun biodiversitasnya. Sebagai langkah pembuktian kontribusi Indonesia dari Biogenetika Hutan, Air dan Iklim untuk dunia internasional.

Kegiatan dan
Acara

Pra Event

14 Maret 2021
Pengerjaan pembuatan 100 lubang tanam
21 Maret 2021
Penanaman Pohon Endemik; Tarum, Waru, Bambu, Beringin, Loa

Main Event

22 Maret 2021

  • Penyambutan Tamu dengan Helaran & Silat
  • Penampilan Kacapi Suling
  • Pembacaan Ayat Suci Al-Quran
  • Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ( Stansa 3)
  • Sambutan-sambutan
  • Pembacaan Wangsit Siliwangi
  • Seremonial Pengukuhan MPAI
  • Simbolis Penyerahan Piagam Penghargaan Pejuang Lingkungan
  • Peniupan Terompet Kavaleri pembuka Festival Konservasi Cisanti
  • Penuangan air 99 mata Air ,Pelepasan Burung Dan Penebaran Ikan Endemik
  • Penutupan dan Doa.

Susunan Panitia

Penanggung jawab 

: Adhitiya Alam Syah (Abah Alam)

: Saurip Kadi

: H.Iwan R. Sulanjana

: Dian Rahadian

: Fauzi Finteliyansyah

: KH. Abdul Latif

: Fidelis Giawa

: Ngadi Utomo

STEERING COMMITE

Penasehat  : M. Ari Mulia Subagja

Ketua  : Martika Edison

Sekretaris  : Sandi Septiadi

Creative   : Geraldi Moritz Balz

: Amalia Ainun Y.T

Dokumentasi : Reggy Marco Fredericus

: Aqli

Media Partner : Adi Raksa Nagara

Volunteer/Runner  : Acep Rakutak 

Komunitas CAI

PAKU SUNDA

Liasion Officer  : Aliansi Mahasiswa Jawa Barat

ORGANIZING COMMITE

Ketua I  : Nanang Irsan Ismail

Ketua II  : M. Qurtubi (Buya Cekas)

Sekertaris  : Whidi Eka Syakti

Bendahara  : Sekar

Acara  : MK. Waluyajati

Logistik  : Deden Deni & Tuti Sumartini

Transportasi : Kampoeng Tjibarani & Paku Sunda

Akomodasi : Kampoeng Tjibarani & Paku Sunda

Komsumsi : Kampoeng Tjibarani & Paku Sunda

Kebersihan : DLHK Kab. Bandung

Kord. Keamanan : I Nyoman Tri Pandita

: Suhu Ahmed

: Heri Sambas

 : Erdi Suherlan

: Efendi

: Erlan Suparlan & Krisna 

Kesehatan : Rahmien Lio Mintono & PMI

Fundraising  : Derry

Silaturahmi dan Syukuran
Membangun Totalitas Citarum

Nasib Sungai Citarum ada di tangan kita semua. Cerita duka tentang kotornya Citarum sampai menjadi pusat perhatian dunia. Begitulah nasib sungai sungai di negeri ini, tapi tidak selalu solusinya adalah seperti yang diterapkan pada Sungai Citarum melalui program revitalisasinya yang sedang berjalan saat ini. Beruntungnya banyak komunitas yang mewujudkan kepeduliannya terhadap sungai ini. Salah satunya adalah acara silaturahmi ini, yang merupakan inisiatif kolektif komunitas peduli keberlanjutan Sungai Citarum. Komunitas ini menghidupkan kembali budaya yang terkandung didalamnya, tentang bagaimana menghargai air, lingkungan dan kehidupan. Silaturahmi dan syukuran Festival Konservasi Situ Cisanti berupaya untuk berjuang menegakkan kesadaran tentang Sungai Citarum,

bukan sekedar tentang sejarah ikonik sungai ini, tetapi juga tentang perlunya menjaga eksistensi sungai sebagai sumber kehidupan sehingga kualitas & debit air, serta konservasi bantaran dapat terjaga dan ditingkatkan. Secara bertahap kami membangun jaringan peduli sungai ke berbagai pihak dan lapisan masyarakat. Berbagai pendekatan dilakukan secara tulus untuk menanamkan kesadaran guna memberikan kontribusi menjaga keberlanjutan Sungai Citarum, baik kepada masyarakat sekitar dan berbagai pihak yang berkepentingan. Seluruh upaya terus menerus kami lakukan. Pondasi awal sudah terlihat, kami bermaksud untuk melakukan langkah lanjutan agar DAS Citarum secara bertahap semakin tumbuh diversitasnya.

Gallery

Leave a Reply